Minggu, 16 Juni 2013

Sakit Hati ( Biston Pemuda 120613 )

Ayub 5 : 2a "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati,"

Setiap orang pasti pernah merasakan apa yang namanya sakit hati dan iri hati. Faktor penyebab sakt hati bermacam-macam. Ada yang karena ejekan, putus cinta atau di duakan kekasihnya, ada juga sakit hati yang dikarenakan dibanding-bandingkan dengan yang lain.

Bagaimana menghadapinya??

Ada berbagai reaksi yang dilakukan manusia terhadap rasa sakit hati.

Ada yang menerimanya menjadi dendam/kebencian namun menyimpannya di dalam hati, sehingga membuat jiwa terasa berat dan tertekan. Ada juga yang melampiaskannya menjadi tindakan yang destruktif seperti menganiaya, memukul, menyakiti diri sendiri bahkan membunuh orang yang menyebabkan sakit hatinya.

Dan ada pula yang menerimanya sebagai suatu perasaan  yang harus dikalahkan dan kemudian  melalui suatu proses akhirnya berhasil mengalahkan rasa sakit hati dan mengampuni orang yang melukai hatinya.

Lalu bagaimana cara anak Tuhan untuk mengatasi rasa sakit hati itu??
   
1. Berdoa
    1 Samuel 1 : 10 "dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN
   sambil menangis tersedu-sedu."
   
           Seperti yang di lakukan oleh ibu Hanna dalam ayat di atas.
   Ketika ibu Hanna sakit hati akan perkataan Penina, dia lebih
   memilih untuk datang kepada Tuhan daripada harus marah-marah.
   Karena dia sadar bahwa hanya Tuhan lah yang mampu membuka
   jalan untuk permasalahannya.

2. Berdamai dengan Masa Lalu Sesakit apapun itu
    Yesaya 43 : 18 - 19 "firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat
   hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang
   dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang
   baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?
   Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai
   di padang belantara."

    Maksudnya adalah kita tidak boleh membenci masa lalu kita.
   Entah itu orang-orang yang dulu menyakiti kita ataupun
   membenci dan menyesali setiap kejadian yang pernah kita alami.
   Tapi berdamailah. Jadikan masa lalu sebagai sebuah
   pembelajaran. Karena dalam setiap persoalan yang kita alami,
   Tuhan mau membuat jalan untuk kita tetap bisa melangkah
   seperti dalam ayat 19 tadi.

3. Hati kembali Ceria dan penuh Kegembiraan
    Amsal 17 : 22 "Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
   tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

   

    
    Tertawa apapun yang terjadi. Entah kita mau dipandang
   bagaimana pun oleh orang-orang, atau mau di hina apapun oleh
   orang lain, tetaplah tersenyum selama kita tetap berjalan
   bersama Tuhan. Jadikan setiap hinaan dan celaan itu sebagai
   semangat untuk terus menjadi terang.

4. Mengampuni
    Matius 6 : 14 - 15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan
   orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.Tetapi
   jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan
   mengampuni kesalahanmu."


    Maaf dan memaafkan. Benar-benar kata yang mengandung makna
   ajaib. Hanya dengan mengucapkan dan melakukan kata ini,
   kedamaian akan terwujud. Memang sulit dilakukan, tapi bukan
   tidak mungkin untuk dilakukan. Hanya perlu membuka hati dan
   menerima dengan tulus.

5. Jangan menjauhkan diri dari Kasih Karunia Allah
    Ibrani 12 : 15 "Jagalah supaya jangan ada seorangpun
   menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh
   akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang
   mencemarkan banyak orang."

   
 

      Dalam ayat di atas sudah dijelaskan dengan mendekat pada
   kasih karunia Tuhan, maka tidak akan ada akar pahit yang ada
   dalam hati kita. Yang ada hanyalah damai sejahtera, kasih dan
   sukacita.

Tuhan Yesus Memberkati. AMIEN......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar